3 Mar 2012

Kepintaran Tidak Berbanding Lurus Dengan Kebaikan

Setiap tahunnya di Indonesia negara tercinta kita ini melahirkan ribuan bahkan jutaan orang sarjana baik itu dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta. Kalau kita lihat fenomena ini dapat dikatakan Indonesia ini khususnya dan bahkan di seluruh dunia umumnya dipastikan berlimpah dengan orang-orang pintar. Ahli Ekonomi kita memiliki banyak, ahli fisika & matematika kita juga tidak kekurangan itu, ahli hukum juga berlimpah di Indonesia. Tetapi sekarang coba kita lihat kondisi di negara kita ini sekarang, banyak terjadi perselisihan, peparangan antar suku, antar kelompok, berita tentang kasus korupsi seolah tidak ada habisnya dan seperti sudah berakar dan membudaya dari kalangan bawah sampai kalagan atas. Dimanakah hasil dari pendidikan tinggi ini, mengapa tidak berimbas terhadap sikap dan perilaku yang juga seharusnya baik.

Ternyata ada dua sumber yang berbeda antara kepintaran dan kebaikan, kepintaran itu bersumber dari "otak" sedangkan kebaikan itu bersumber dari "hati"
Selama ini kita mungkin terlalu meng agung-agung kan pendidikan  formal untuk mengejar kepintaran otak semata, tapi kita lupa akan pendidikan akhlak atau budi pekerti yang baik yang bersumber dari pendidikan hati. Kalau kita diminta memilih antar menjadi orang pintar atau menjadi orang baik, kira-kira mana yang akan kita pilih. Mungkin tidak sedikit dari kita lebih memilih menjadi orang pintar dari pada orang baik, karena dunia kita yang semakin materialistis ini membutuhkan atau bahkan memaksa kita menjadi orang pintar untuk menjadi kaya dan berkuasa bukan orang baik.

Karena sudah semakin kesal dan muak dengan kondisi negara kita ini saya berfikir sedikit liar dan extreme melihat kondisi Indonesia sekarang ini yang seolah tidak bisa diperbaiki lagi. Saya berpendapat mungkin harus di cut , dibuang, dimusnahkan satu generasi korup, kekerasan dan peperangan. Dan kita mulai memberi pendidikan hati yang baik kepada anak dan cucu kita selain pendidikan formal untuk kepintaran otak dan semoga saja kelak akan banyak orang baik dan pintar yang bisa membangun negara kita tercinta ini...Amien...Saya pribadi sangat yakin bahwa kebaikan suatu saat akan lebih dibutuhkan dari pada kepintaran. "Kondisi terbaik adalah menjadi orang baik dan pintar"...Semoga saja ya...

5 komentar:

  1. pintar belum tentu baik..

    BalasHapus
  2. nice :)
    saya senang mengikuti postingan anda
    postingan yang menarik .

    salam kenal yya dan sempatkan mampir ke
    website kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam Kenal juga..
      Thanks comment nya
      Nice website

      Hapus
  3. i love ur post, keep share^^
    mampir balik ke website kami yaa...
    berbagi pada sesama dengan mengunjungi http://hapeduli.hajarabis.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. thanks ya
      I like ur website..

      Hapus